14.12.10
Suatu kebanggaan naik kapal Dewaruci ketika sudah dirumah ayah nyeletuk "enak kon, gak kabeh wong isok numpak dewaruci". Ohh, kapal ini lebih besar dari apa yang awak ndewe dapat dari pak Yayan, Kadispen guide kami. Kami diceritani banyak, pembuatan, dari mana saja kapal ini berlayar, lika-liku sampai info kapal ini tiangnya pernah patah karena diterjang ombak 7 meter!
KRI Dewaruci bukan buatan Indonesia, tapi buatan Jerman tahun 1932 dan selesai 1953. Dewaruci bukan kapal perang, tapi kapal latihan para kadet + kapal duta budaya Indonesia + kapal sangar. Futuristik, dari tiang kapal, bentuk kapal, sampai ruang navigasi nahkoda kapal pun berbentuk ukiran khas Indonesia. Keren.
Yang awak ndewe iri, ada sebuah sepeda nangkring, sepeda ini pernah ke Eropa gak ya?
posted from handed device (next)
13.12.10
11.12.10
Hahaha, kapan hari barusan bahas wikileaks versi Indonesia. Sekarang sudah keluar indoleaks. Indoleaks ini berisi tentang dokumen-dokumen penting, penyelewengan seperti korupsi, sengketa, politik dan sebagainya. Yang marak sekarang di indoleaks adalah dokumen lapindo dan G30S PKI. Dan saking terkenalnya, sekarang situs indoleaks tidak dapat dibuka.
Sama seperti situs wikileak yang berat ketika dibuka lalu sempet down atau berusaha di hack, tetapi tetap muncul. Seluruh negara yang tercatat di wikileaks berang. Nah, apakah nanti situs wikileaks juga mendapat sorotan? kita tunggu saja.
10.12.10
Di tahun 1997, saat awak ndewe masih sekolah dasar, sangat ingat waktu itu Persebaya Surabaya main di Jakarta, disiarkan TV (lupa TV apa) dan menang. Pemain yang awak ndewe ingat saat itu cuma Aji Santoso sama Jackson F Tiago. Dan saat itu saya diberitahu ayah kalo Persebaya Juara Liga Indonesia. Pada saat kecil awak ndewe tahu arti juara, yaitu yang terbaik.
Cerita lama yang hanya sekelumit awak ndewe ingat, akirnya terulang lagi ditahun 2004. Saat itu awak ndewe menyaksikan sendiri pertandingan penentu melawan Persija Jakarta di tambaksari. Prestasi menjadi yang terbaik dikala itu dilatih Jackosn F Tiago, dengan the dream teamnya. Kiper Hendro, bek ada nama bejo sugiantoro halil anang, jendral lapangan ada Danilo dan didepan ada si Kurus. Pertandingan demi pertandingan sangat mudah dijalani waktu itu, dan akirnya juara. Surabaya bangga.
Antiklimaks puncak ditahun 2009, ketika persebaya mulai terseok-seok di Indonesia Super League. Ada nama Andik Virmansyah, Andi Oddang, Supriyono, John Trakpor dan sebagainya tidak mampu mengangkat prestasi persebaya yang akirnya terdegradasi di tahun 2010.
Konflik dualisme ke-egoisan politik yang saling mengklaim di dalam persepakbolaan di Surabaya terjadi. PSSI pencab Surabaya versi Saleh Mukadar dan PSSI pengcab Surabaya versi Wisnu lahir. Imbasnya? Konflik internal. Saleh Mukadar maju dengan Liga Primer Indonesia dan Wisnu tetap mengusung jalan yang lama di PSSI. Tapi kabar terakir, PSSI Surabaya tidak ada dualisme lagi.
Siapa yang rugi? Persebaya. Persebaya yang lama (Andik, Taufiq, Trakpor dll) ikut Saleh dengan Liga Primernya. Lalu, disaat bersamaan Persebaya punya kewajiban untuk mengikuti kompetisi PSSI sebagai organisasi tertinggi di Indonesia. Wisnu akhirnya bikin Persebaya baru untuk menyelamatkan Persebaya dari keterpurukan. Tindakan Wisnu ini ada benernya, kalau Persebaya tidak ikut kompetisi PSSI, maka sejarah Persebaya Surabaya sebagai klub besar akan luntur.
Akirnya, Persebaya LPI dan Persebaya DU pun lahir.
Sekilas tentang Persebaya DU (Divisi Utama). Hampir 75% pemainnya adalah bekas pemain Persikubar Kutai Barat. Kenapa? Waktu mepet jadi "beli" pemain yang sudah ada dan mau. Pemainnya? Sangat asing. M Kusen, Lu Ambu, Imam, Fendi Taris, dan nama-nama asing lainnya.
Rencananya, kalau udah juara, pemainnya ganti semua. Rencananya, amin.
posted from handed device
9.12.10
Awak ndewe sangat tidak setuju dengan adanya naturalisasi, walaupun cuma 1 atau 2 pemain, tetap saja mencoreng muka Indonesia yang dulu pernah jadi macan asia. Dengan 18 klub di Liga Utama dan 39 klub di kasta bawahnya, sangat omong kosong kalau tidak ada pemain yang bagus. Tapi masalahnya, bagaimana kalau memang tidak ada pemain yang bagus. Siapa yang harus disalahkan?
Bayangkan singapura yang negaranya sebesar kwaci kalau dilihat dari atlas punya beberapa pemain naturalisasi. Mau tahu akibatnya? Sekarang Singapura tidak lolos AFF karena pemainnya itu-itu saja. Coba bandingkan dengan logika kalau kita menggunakan pemain muda, udah tua-ganti baru-udah tua- ganti baru. Regenerasi muter. Pemain keturunan seperti Irfan Bachdim dapat didapat dengan mudah kalau regenerasi kita dapat berjalan lancar.
Okelah katanya untuk menyelamatkan, kalau menurut awak ndewe, "Lebih baik mundur satu langkah, untuk mengambil 1000 langkah kedepan". Lalu untuk piala AFF ini, kita kan tuan rumah? Who cares!! Ini memang salah pemimpin bola kita, biarkan mereka yang tanggung jawab, dan tetap, bukan dengan cara putus asa lalu menaturalisasi (walaupun cuma 1).
Salam dangdut.
posted from handed device (next)